PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
Penelitian
tindakan adalah suatu bentuk diri kolektif yang dilakukan oleh peserta –
pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan
praktek pendidikan dan praktek social mereka, serta pemahaman mereka terhadap
praktek - praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan
praktek – praktek tersebut (Kemmis dan Tagart, 198 :5– 6)
Berdasarkan
uraian di atas, kita dapat menafsirkan pengertian PTK secara lebih luas, secara
singkat PTK dapat di definisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat
reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau
meningkatkan praktek – praktek pembelajran di kelas, sehingga kondisi ini,
sangat menghambat pencapaian tujuan pembelajran. Karena itu, guru dapat
melakukan penelitian tindakan kelas agar minat siswa terhadap
pembelajaran dapat ditingkatkan.
Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang
bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya
dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John
Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya.
PTK di Indonesia baru
dikenal pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini
keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro
dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya.
Tahapan
Penelitian Tindakan Kelas
1.
perencanaan (planning)
berdasarkan
pada identifikasi masalah yang dilakukan pada tahap pra PTK, rencana tindakan
disusun untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang ditentukan.
Rencana tindakan ini mencakup semua langkah tindakan secara rinci. Segala
keperluan pelaksanaan PTK, mulai dari materi/bahan ajar, rencana pengajaran
yang mencakup metode/ teknik mengajar, serta teknik atau instrumen observasi/
evaluasi, dipersiapkan dengan matang pada tahap perencanaan ini.
2.
pelaksanaan (acting)
tahap
ini merupakan implementasi ( pelaksanaan) dari semua rencana yang telah dibuat.
Tahap ini, yang berlangsung di dalam kelas, adalah realisasi dari segala teori
pendidikan dan teknik mengajar yang telah disiapkan sebelumnya
3.
pengamatan (observing)
kegiatan
observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Data yang
dikumpulkan pada tahap ini berisi tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang
sudah dibuat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil intruksional yang
dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang dikembangkan oleh
peneliti. Pada tahap ini perlu mempertimbangkan penggunaan beberapa jenis
instrumen ukur penelitian guna kepentingan triangulasi data. Dalam melaksanakan
observasi dan evaluasi, guru tidak harus bekerja sendiri. Dalam tahap observasi
ini guru bisa dibantu oleh pengamat dari luar (sejawat atau pakar).
4.
refleksi (reflecting).
tahapan
ini merupakan tahapan untuk memproses data yang didapat saat dilakukan pengamatan.
Data yang didapat kemudian ditafsirkan dan dicari eksplanasinya, dianalisis,
dan disintesis. Dalam proses pengkajian data ini dimungkinkan untuk melibatkan
orang luar sebagai kolaborator, seperti halnya pada saat observasi.
Keterlebatan kolaborator sekedar untuk membantu peneliti untuk dapat lebih
tajam melakukan refleksi dan evaluasi.
Fungsi Penelitian
Tindakan Kelas (PTK)
Fungsi
PTK sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan
kerja di sekolah dan ruang kelas, misalnya, penelitian tindakan dapat memiliki
lima kategori fungsi sebagai (Cohen dan Manion, 1980) :
1. Alat
untuk memecahkan masalah yang didiagnosis dalam situasi tertentu;
2. Alat pelatihan dalam jabatan, dengan
demikian membekali guru yang bersangkutan serta keterampilan dan metode baru,
mempertajam kemampuan analisisnya, dan perubahan;
3. Alat untuk mengenalkan pendekatan tambahan
atau inovasi pada pengajaran dan pembelajaran ke dalam sistem sekolah
yang biasanya menghambat inovasi dan perubahan;
4) Alat
untuk meningkatkan komunikasi yang biasanya kurang lancar antara guru lapangan
dengan penelitian akademis, dan memperbaiki kegagalan penelitian tradisional
dalam memberikan deskripsi yang jelas; dan
5) Alat
untuk menyediakan alternatif yang lebih baik daripada pendekatan yang lebih
subjektif dan impresionistik pada pemecahan masalah di dalam kelas.
Karakteristik
Penelitian Tindakan Kelas
Adapun beberapa
karakter tersebut adalah:
1. PTK
hanya dilakukan oleh guru yang memahami bahwa proses pembelajaran perlu
diperbaiki dan ia terpanggil jiwanya untuk memberikan tindakan-tindakan
tertentu untuk membenahi masalah dalam proses pembelajaran dengan cara
melakukan kolaborasi. Menurut Usman (dalam Daryanto,2011:2) guru dengan
kompetensi tinggi merupakan seorang yang memiliki kemampuan dan keahlian serta
keterampilan dalam bidangnya. Sehingga Ia dapat melakukan fungsi dan tugasnya
sebagai pengajar dan pendidik dengan maksimal.
2. Refleksi
diri, refleksi merupakan salah satu ciri khas PTK yang paling esensial. Dan ini
sekaligus sebagai pembeda PTK dengan penelitian lainnya yang menggunakan
responden dalam mengumpulkan data, sementara dalam PTK pengumpulan data
dilakukan dengan refleksi diri. (Tahir,2012:80)
3.Penelitian
tindakan kelas dilaksanakan di dalam “kelas” sehingga interaksi antara siswa
dengan guru dapat terfokuskan secara maksimal. “Kelas” yang dimaksud di sini
bukan hanya ruang yang berupa gedung, melainkan “tempat” berlangsungnya proses
pembelajaran antara guru dan murid. (Suyadi,2012:6)
4. PTK
bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran secara terus menerus. PTK
dilaksakan secara berkesinambungan di mana setiap siklus mencerminkan
peningkatan atau perbaikan. Siklus sebelumnya merupakan patokan untuk siklus
selanjutnya. Sehingga diperoleh model pembelajaran yang paling baik.
(Daryanto,2011:6)
5.PTK
merupakan salah satu indikator dalam peningkatan profesionalisme guru, karena
PTK memberi motivasi kepada guru untuk berfikir Kritis dan sistematis,
membiasakan guru untuk menulis, dan membuat catatan yang dapat. Di mana semua
itu dapat menunjang kemampuan guru dalam pembelajaran. (Daryanto,2011:6)
6.PTK
bersifat fleksibel sehingga mudah diadaptasikan dengan keadaan kelas. Dengan
demikian proses pembelajaran tidak monoton oleh satu model saja.(Tahir,2012:81)
Permasalahan:
Apakah dengan melakukan
penelitian tindakan kelas ini bisa meningkatkan minat siswa dalam belajar? Jika
ia tolong beri alasan nya?
penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan minat siswa karena guru telah melakukan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. guru dapat mengubah model maupun strategi dalam pembelajaran apabila dirasa masih kurang membangkitkan semangat siswa.
BalasHapusiya bisa. karena dalam PTK guru telah berkali kali melakukan evaluasi dalam pembelajaran sehingga ia dapat memperbarui kekurangan-kekurangan yang ada dengan inovasi baru sehingga dengan dilakukannya setiap siklus itu dapat meningkatkan minat pada diri siswa
BalasHapusPTK dilakukan untuk memperbaiki permasalahn yang timbul pada saat pembelajaran. jikalau masalah yang dihadapi oleh guru adalah kurangnya minat belajar siswa maka haruslah dilakukan PTK . PTK dikatakan berhasil jika dapat menciptakan solusi dari permasalahan yang terjadi
BalasHapusPTK dapat dikatakan sebagai tolak ukur atau acuan dalam pelakasanaan pembelajaran di sekolah, sebab dari PTK tersebut guru dapat mengintropeksi diri untuk bisa melaksanakan pembelajaran yang diminati siswanya. jadi harapan terbesar dari sebuah PTK adlaaha menumbuhka minat siswa tersebut untuk belajar.
BalasHapus