Selasa, 28 Maret 2017

KESULITAN BELAJAR KIMIA PADA SISWA SMP DAN SMA

KESULITAN BELAJAR KIMIA PADA SISWA SMP DAN SMA
Pengertian belajar
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks sebagai tindakan belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Dimyati dan Mudjono (2013) mengemukakan siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal, salah satu bentuk kegiatannya adalah melalui pengajaran. Ada berbagai hal yang melatarbelakangi mengapa pengajaran di sekolah tidak dapat tercapai secara optimal, salah satunya yaitu masalah yang berkaitan dengan belajar siswa.

Pengertian ilmu kimia
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi (yang tersusun oleh senyawa-senyawa) serta perubahannya, bagaimana senyawa-senyawa itu bereaksi/ ber¬kombinasi membentuk senyawa lain. Makanan, minuman, udara, pakaian, kendaraan, tubuh kita, benda-benda langit yang jauh dari kita tersusun oleh senyawa kimia.  Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kimia, karena hampir setiap perubahan materi melibatkan proses kimia, proses pencernaan makanan, pembusukan sampah, penuaan kulit, perkaratan besi, pembakaran bensin, kebakaran hutan, pelapukan batuan, pembentukan bintang, pembuatan plastik, pembuatan sabun dan pembuatan obat adalah contoh-contoh proses kimia.
Pada tingkat sekolah menengah, fungsi dan tujuan pem¬belajaran ilmu kimia (menurut   kurikulum 2004) adalah:
Mata pelajaran Kimia di SMA & MA berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
1.      Menyadari keteraturan dan keindahan alam untuk meng¬agungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Memupuk sikap ilmiah yang mencakup:
a.  sikap jujur dan obyektif terhadap data
b.  sikap terbuka, yaitu bersedia menerima pendapat orang lain serta mau mengubah  pandangannya, jika ada bukti bahwa pandangannya tidak benar;
c. ulet dan tidak cepat putus asa;
d. kritis terhadap pernyataan ilmiah, yaitu tidak mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi empiris; dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
3.      Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana siswa melakukan pengujian hipotesis dengan merancang eksperimen melalui pemasangan instrumen, pengambilan, pengolahan dan interpretasi data, serta mengkomunikasikan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis.
4.      Meningkatkan kesadaran tentang aplikasi sains yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.
5.      Memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
6.      Membentuk sikap yang positif terhadap kimia, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi.
Pembelajaran kimia di SMA/MA di samping mengembangkan sikap ilmiah juga ada pesan moral dalam mensikapi alam dan keagungan penciptaNya. Untuk mewujudkan pesan moral perlu pembekalan kepada guru agar dapat membimbing siswa yang  mempelajari kimia semakin menyadari keagungan penciptaNya.
Dalam mempelajari kimia, siswa dihadapkan pada tiga dunia, yaitu dunia nyata (makroskopik), dunia atom (mikroskopik), dan dunia lambang. Dunia nyata adalah sesuatu yang dapat diamati menggunakan pancaindera. Setiap benda tersusun atas jutaan partikel yang sangat kecil yang disebut atom. Itulah yang disebut dunia atom. Dunia atom sangat kecil sehingga kita tidak dapat mengunakan pancaindera untuk mengamatinya. Namun, justru melalui dunia atom inilah dapat dijelaskan misteri di balik fakta-fakta kehidupan. Bagaimana dengan dunia lambang? Oleh karena atom tidak dapat diamati menggunakan pancaindera, para ahli Kimia menjelaskannya dengan menggunakan lambang berupa angka, model, dan huruf. Masalah yang menarik untuk diperhatian tentang ilmu kimia adalah meskipun ilmu kimia banyak memberikan manfaat dalam kehidupan manusia, tetapi banyak fakta menunjukkan bahwa ilmu kimia dipandang ilmu yang sulit, tidak menarik untuk dipelajari.
Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.
Hasil penelitian yang dilakukan selama ini (Sunyono, 2005), ternyata rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia. Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat. 
Permasalahan

rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, biasa atau kebanyakan guru-guru yang telah lalu, dimana guru mengajar dengan cara metode ceramah, dalam k-13 banyak mengunakan model- model pembelajaran kita sebagai calon guru kimia adakah inovasi lain dalam mengajar yang cocok dalam pembelajran reaksi kimia dan hitungan kimia ini?

Minggu, 26 Maret 2017

UJIAN TENGAH SEMESTER





JAWABAN
1.     1. A)






B)  1.   Hidrokarbon dan minyak bumi
   Kumpulan beberapa hidrokarbon akan membentuk struktur minyak bumi
2.         molekul dan air
Di dalam air terdapat beberapa molekul
3.         motor dan manusia
manusia membutuhkan alat tranportasi seperti motor
4.         air dan manusia
air sangat di butuhkan oleh manusia karena air adalah kebutuhan hidup
5.         bensin dan motor
bensin sangat di perlukan oleh motor karena bensin sebagai bahan bakar utama




2.             a. Aspek makroskopik adalah fenomena kimia yang nyata yang dapat langsung dilihat. Dilihat dari contoh adanya perubahan warna
         b. Aspek mikroskopik adalah fenomena kimia yang nyata yang menunjukkan tingkat partikulat sehingga tidak bisa dilihat bias digunakan untuk partikel atau atom, molekul, elektron.
            c. Aspek simbolik adalah fenomena kimia yang nyata dan dipresentasikan kedalam bentuk-bentuk berupa gambar, hitungan dan grafik.

Contoh nya yaitu percoabaan reduksi garam perak
Uji ini dilakukan dengan bereaksi dengan perak nitrat 0,25 M 1ml dengan NH4OH 1N sehingga terbentuk endapan coklat dan terus dilakukan kembali NH4OH berlebih, setelah itu di tambahkan larutan glukosa 0.1 M 2Ml lalu dipanaskan hasil yang terbentuk adanya cermin perak pada tabung reaksi.

Dalam contoh di atas yaitu makroskopinya terdapat di reaksi perak nitrat 0,25 M 1ml dengan NH4OH 1N dan terbentuk endapan
Untuk mikroskopisnya yaitu setelah itu di tambahkan larutan glukosa 0.1 M 2Ml lalu dipanaskan, disini  yang terjadi antara reaksi glukosa di pengaruhi oleh panas
Untuk simboliknya yaitu cermin perak yang terbentuk pada tabung reaksi.


3.             A)   Faktor utama penyebabnya timbulnya hambatan impelementasi k-13
1.      Sumber belajar
Buku yang disediakan pemerintah hanyalah buku mata peajaran wajib seperti matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris sedangkan mata pelajaran penjurusan tidak tersedia
2.      Sarana dan prasarana
Sarana dan prasaran seperti infocus itu kurang di sekolah-sekolah
3.      Perubahan proses pembelajaran dari teacher center ke student center
Pada kurikulum ktsp dimana guru lebih aktip dari siswa, pada k-13 di tuntut siswanya lebih aktip dan peran guru sebagai fasilitator, disini lah kendala terbesarnya dimana siswa sudah terbiasa menerima apa saja yang di berikan oleh gurunya, sekarang siswanya yang mencari sendiri
B)    peta konsep mata rantai hambatan-hambatan dalam implementasi K-13 pada pembelajaran kimia
      

4.                 A)      Manfaat bagi siswa dalam penerapan penilaian autentik
1.      Siswa berperan aktif dalam proses penilaian. Pada fase ini dapat mengurang rasa cemas, takut mendapatkan nilai jelek yang dapat menggganggu harga dirinya, penilaian ini digunakan dengan siswa dari berbagai latar belakang budaya, gaya belajar, dan kemampuan akademik.
2.      Pada penlilaian autentik ini tugas siswa yang digunakan dalam penilaian otentik lebih menarik dan mencerminkan kehidupan sehari-hari siswa, Sikap yang lebih positif terhadap sekolah dan belajar dapat berkembang.
3.      Pada penilaian ini siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil belajarnya, baik itu presentase atau yang lainnya . Dimana, penilaian ini memungkinkan siswa memilih sendiri cara, bentuk, atau tampilan yang menurutnya paling efektif.


B)    penilaian autentik dalam melakukan pratikum
        Di dalam penilaian autentik ada beberapa macam penilaian yang akan di gunakan yaitu,
1)      Penilaian kinerja
2)      Penilaian proyek
3)      Penilaian portopolio
4)      Penilaian tertulis
5)      Penilaian sikap
6)      Penilaian diri
7)      Penilaian produk

Di dalam pembelajaran kimia terutama dalam penilaian pratikum, menurut saya penilaian yang sesuai yaitu penilaian kinerja dan penilaian tertulis, didalam pratikum penilaian kinerja itu sangat penting dimana seorang guru bisa menilai apakah siswa tersebut benar-benar melakukan pratikum atau Cuma main-main saja, dan untuk penilaian tertulis bisa dilakukan dengan cara mengadakan postest supaya guru mengetahui apa yang di dapat siswa selama pratikum

Selasa, 21 Maret 2017

KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM (BASIC LAB SKILLS)

Keterlaksanaan Praktikum dalam Pembelajaran Kimia di
SMAN 4 Kota Jambi
Pada pembelajaran kimia di SMAN 4 Kota Jambi, hampir semua sub materi dapat dilakukan kegiatan praktikum. Hanya saja terkadang kegiatan praktikum terkendala oleh kelengkapan alat dan bahan yang tersedia. Salah satu contoh kegiatan praktikum yang telah dilakukan adalah percobaan pengujian asam dan basa. Guru kimia di SMAN 4 Kota Jambi sangat kreatif karena dapat menyikapi ketidak tersediaan dari bahan untuk percobaan. Sebagai contohnya pada praktikum tersebut digunakan larutan sampel seperti cuka, sabun, shampoo, dan sebagainya. Sedangkan indicator digunakan dua indicator yaitu indicator universal dan indicator alam seperti bunga kertas.
KETERAMPILAN DASAR
(Basic Skill)
DALAM LABORATORIUM

Dalam pembelajaran kimia sangat memerlukan kegiatan penunjang berupa praktikum maupun eksperimen di laboratorium. Hal ini dikarenakan metode praktikum adalah salah satu bentuk pendekatan keterampilan proses. Bagi peserta didik diadakannya praktikum selain dapat melatih bagaimana penggunaan alat dan bahan yang tepat, juga membantu pemahaman mereka terhadap materi kimia yang diajarkan di kelas. Selain itu, bagi peserta didik yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, maka melalui praktikum mereka dapat memperoleh jawaban dari rasa ingin tahunya secara nyata.
1.       Keterampilan dasar sebelum praktikum:
a)      Mengetahui kelengkapan apa saja yang wajib digunakan dalam praktikum (seperti jas lab, masker, sarung tangan, sepatu ket, dan sebagainya)
b)      Mengetahui macam-macam alat dalam laboratorium beserta fungsinya
c)      Mengetahui zat-zat kuat yang dapat membahayakan tubuh
d)     Menguasai konsep/ teori dasar mengenai praktikum
e)      Mengetahui prosedur yang akan dilakukan dalam prktikum
f)       Mengetahui alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
g)      Mengetahui cara penggunaan alat dalam laboratorium
h)      Mengetahui cara mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium
i)        kemampuan pada saat melakukan praktikum
2.     Keterampilan dasar saat praktikum:
a)      Menggunakan kelengkapan yang wajib dalam praktikum (seperti jas lab, masker, sarung tangan, sepatu ket, dan sebagainya)
b)      Dapat menggunakan alat-alat praktikum yang dilakukan
c)      Dapat mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium
d)     Dapat mengenali jenis-jenis zat yang digunakan saat melakukan praktikum
e)      Dapat melakukan praktikum sesuai prosedur yang ada
f)       Dapat menyimpulkan hasil dari praktikum.

Salah satu contoh nya adalah Cara Mengambil dan Menuangkan Bahan Padat

1)     Pegang botol bahan dengan label di bawah telapak tangan.
2)     Miringkan botol sehingga sedikit bahan masuk ke dalam tutup botol, kemudian keluarkan tutup botol dengan hatihati.
3)     Ketuk-ketuk tutup botol dengan telunjuk atau batang pengaduk sehingga bahan pada tutup jatuh pada tempat yang diinginkan.





 3.     Keterampilan dasar sesudah praktikum:
a)    Dapat mengingat bagaimana penggunaan alat serta hasil dari praktikum
b)    Dapat mengetahui manfaat dari praktikum tersebut
c)    Dapat mempresentasikan hasil pratikum yang di dapat

permasalahan


praktikum adalah salah satu bentuk pendekatan keterampilan proses, pada saat sekarang ini pratikum sangat perlu dilakukan karena dapat menunjang kekreativan siswa, berbicara tentang pratikum tentu nya seorang guru harus menguasai teknik-teknik dasar dalam pratikum, tetapi tidak semua guru menguasai teknik-teknik dasar pratikum, menurut teman-teman bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Sabtu, 18 Maret 2017

KETERLAKSAAN METODE PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

KETERLAKSAAN METODE PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

 

PENILAIAN AUTENTIK SMAN 1 MUARO JAMBI


1.      Penilaian Kognitif
Guru melakukan penilaian kognitif menggunakan instrumen berupa soal-soal. Penilaian ini bisa dilakukan pada akhir pertemuan, UTS ataupun UAS
2.      Penilaian Psikomotor
Guru melakukan penilaian ini berdasarkan materi yang diajarkan. Jika materi yang diajarkan berupa materi yang abstrak  misalnya bentuk molekul, guru akan memberikan tugas berupa proyek, siswa mengerjakan di rumah dan mendemonstrasikan di depan kelas dihadapan teman-temannya di pertemuan selanjutnya. Sedangkan untuk materi yang bisa dilakukan praktikum, guru akan mengambil nilai dari keaktifan siswa dalam berdiskusi. Penilaian ini diambil berdasarkan keaktifan kelompok bukan individual.
3.      Penilaian Afektif
Penilaian afektif ini dilihat dari bagaimana siswa dalam mematuhi aturan-aturan didalam diskusi, bagaimana siswa saling menghargai pendapat teman, bagaimana siswa berbicara dan bertindak dalam diskusi.
Kendala yang dirasakan guru dalam penilaian, salah satunya dalam penilaian kognitif. Didalam kelas pasti siswa mengalami kegagalan-kegagalan yang berbeda satu sama lain. Guru mengalami kesulitan dalam mengevaluasi, melakukan remedial terhadap siswa yang mengalami kegagalan dalam soal yang berbeda.

Pengertian metode pratikum
 Menurut Soekarno et al. (1990 : 14), metode praktikum adalah suatu cara mengajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu fakta yang diperlukan atau ingin diketahuinya. Djamarah & Zain (2002:95) memberi pengertian bahwa metode praktikum adalah proses pembelajaran dimana peserta didik melakukan dan mengalami sendiri, mengikuti proses, mengamati obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan suatu obyek, keadaan dan proses dari materi yang dipelajari tentang gejala alam dan interaksinya sehingga dapat menjawab pertanyaan yang didapatkan melalui pengamatan induktif.
Langkah Kerja Dalam Praktikum
 Menurut Sund & Trowbridge, dalam Sumaji, (2003:43) kerja laboratorium atau praktikum meliputi :
1.      merencanakan eksperimen dan menyusun hipotesis-hipotesis
2.      merakit peralatan
3.      menyusun bahan dan peralatan
4.      melakukan pengamatan terhadap gejala-gejala alamiah
5.      melakukan pengamatan terhadap suatu proses
6.      mengumpulkan dan mencatat data
7.      melakukan modifikasi  peralatan
8.      melakukan pembacaan pada alat pengukur
9.      kalibrasi peralatan
10.  menggambar bahan dan grafik
11.  menganalisis data
12.  menarik kesimpulan dari data
13.  membuat laporan eksperimen
14.  memberi penjelasan tentang eksperimen yang dilakukan
15.  mengidentifikasi permasalahan untuk studi lanjutan
16.  melepas, membersihkan, menyimpan, dan memperbaiki peralatan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Praktikum
1.      kurikulum
2.      sumber daya
3.      lingkungan belajar
4.      keefektifan mengajar
5.      strategi asesemen
Manfaat Praktikum Kegiatan
 praktikum dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan yang mengasah keterampilan peserta didik. Menurut Zaenuddin (1996) secara rinci praktikum dapat dimanfaatkan:
1.      untuk melatih keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa:
2.      untuk memberi kesempatan pada mahasiswa untuk menerapkan dan ingintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya secara nyata dalam praktek
3.      untuk membuktikan sesuatu secara ilmiah atau melakukan scientific inquiry
4.      untuk menghargai ilmu dan keterampilan dimiliki.
Khusus untuk fisika, menurut Woolnough & Allsop (Rustaman, 1995) sedikitnya terdapat empat alasan yang dikemukakan para pakar pendidikan sains mengenai pentingnya kegiatan praktikum. Pertama, praktikum membangkitkan motivasi belajar sains. Kedua, praktikum mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar melaksanakan eksperimen. Ketiga, praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Keempat, praktikum menunjang pemahaman materi pelajaran.

Permasalaahan

metode praktikum yang diterapkan pada pembelajarn kimia disekolah sangat bagus, dan itu bisa meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa, tetapi tidak semua sekolah bisa mengadakan pratikum karena kekurangan alat dan bahan yang akan digunakan, bagaimana cara mengatasinya, mohon pendapatnya

Selasa, 14 Maret 2017

penilaian autentik

PENILAIAN AUTENTIK
KENDALA-KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SALAH SATU SMA DI MUARO JAMBI
1.      Perubahan proses pembelajaran dari teacher center ke student center
Siswa belum dapat mandiri untuk melakukan proses pembelajran sendiri karena sudah terbiasa menerima langsung dari guru
2.      Sumber belajar siswa
Buku yang disediakan pemerintah hanyalah buku mata peajaran wajib seperti matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris sedangkan mata pelajaran penjurusan tidak tersedia
3.      Sarana dan prasarana
Sudah cukup memadai hanya saja masih kekurangan proyektor infocus
4.      Peminatan dilakukan dari awal masuk sma
Ada beberapa siswa yang kemauannya masuk ke jurusan ipa/ips namun kemampuannya tidak memadai
5.      Ujian nasional yang menjadikan kimia sebagai ujian pilihan
Sangat sedikit persentase siswa yang meminati ujian nasional pilihan untuk kimia
6.      Materi pembelajaran yang dirampingkan 
Ada beberapa meteri pembelajaran kimia yang tidak ada dalam k-13 seperti materi tentang senyawa kompleks dan benzene

Penilaian autentik adalah istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes, 1991). Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktik dunia nyata.
Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
 Tujuan penilaian autentik:

1.             perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian,

2.             pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien,  dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan

3.       pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif
Kemudian Penilaian autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah
1.      Ranah sikap
2.      Ranah keterampilan
3.      Ranah pengetahuan
Intinya penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.

 JENIS-JENIS PENILAIAN AUTENTIK
1.      Penilaian Kinerja
Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya
2.       Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktutertentu
3.         Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata.
4.         Penilaian Tertulis
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari.
5.         Penilaian Lisan
Tes lisan yakni tes yang pelaksanaannya dilakukan denganmengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan pesertadidik  
6.         Penilaian Praktik
Penilaian Praktek dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan aktivitas pembelajaran.

Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi di luar sekolah. Salah satu masalah yang terjadi di sini yaitu sistem penilaian di luar sekolah ini membuat guru kurang maksimal dalam melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran siswa. Guru menganggap penilaian tentang prestasi diluar sekolah autentik ini rumit dan sulit untuk dilakukan. Menurut kalian calon guru langkah apa yang kalian gunakan dalam mengatasi permasalhan ini