Selasa, 02 Mei 2017

Kesulitan guru dalam membelajarkan materi kimia di SMP/SMA

Kesulitan guru dalam membelajarkan materi kimia di SMP/SMA

Materi Pelajaran Kimia di SMA banyak berisi konsep-konsep yang cukup sulit untuk difahami siswa, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia dan hitungan-hitungan serta menyangkut konsep-konsep yang bersifat abstrak dan dianggap oleh siswa merupakan materi yang relatif baru dan belum pernah diperolehnya ketika di SMP. Banyak sekolah yang ada juga menunjukkan bahwa penyampaian materi kimia SMA dengan metode demonstrasi dan diskusi nampaknya kurang optimal dalam meningkatkan aktivitas dan minat belajar siswa.
Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.
Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia. Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat. 
Seorang Guru Kimia SMA/MA dipersyaratkan mempunyai kompetensi dalam bidang akademis yang cukup kompleks. Sebagai ilustrasi, ada 14 hal yang harus dimiliki guru Kimia dalam kompetensi profesional, di antaranya adalah: (1) memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori kimia yang meliputi struktur, dinamika, energetika, dan kinetika serta penerapannya, dan (2) kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu kimia dan ilmuilmu yang terkait (Permendiknas No. 16/2007). Kedua macam kompetensi ini menuntut penguasaan dan pemahaman konten kimia yang mendalam bagi guru. Selanjutnya karena apa yang siswa pelajari sangat dipengaruhi oleh cara siswa diajar oleh gurunya (NRC, 1996: 28), maka cara mengajar guru atau pengetahuan pedagogis guru tidak bisa dipisahkan dari konten materi yang diajarkan. Konten merupakan pengetahuan sains yang semestinya dikuasai oleh pengajar, mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori (Dahar & Siregar, 2000), sedangkan pedagogi berhubungan dengan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membantu siswa belajar dan memecahkan masalah dalam sains (Enfield, dalam Purwaningsih, 2011). Menurut Shulman (1987) pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogis harus dipadukan dalam pembelajaran untuk menciptakan pengetahuan baru: Pedagogical Content Knowledge (PCK). Karenanya, PCK sangat penting dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa sains, terutama kimia dan fisika menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang disukai di kalangan siswa. Salah satu penyebab dari keadaan ini adalah dalam sains terutama kimia, banyak dipelajari hal-hal yang abstrak, seperti konsep atom, bilangan oksidasi, persamaan reaksi dan energi. Menurut Gabel, keabstrakan ini menjadikan kimia sebagai pelajaran yang kompleks. Hal ini menyebabkan banyak kesulitan pada siswa. Selain itu, Coll & Taylor menyebutkan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terjadi kesulitan memahami konsep-konsep kimia karena ketidakmampuan menghubungkan dunia makroskopis dan mikroskopis. Konsep-konsep itu adalah konsep mol, struktur atom, teori kinetik, termodinamika, elektrokimia, perubahan kimia dan reaktivitas, penyetaraan persamaan reaksi redoks, dan stereokimia.
Selain itu, kreativitas guru dalam mengajar juga tampaknya sangat mempengaruhi keberhasilan suatu pencapaian tujuan pembelajaran. Sebagai contoh, dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.


Di sini salah satu kelompok dari mata kuliah workshop mengobservasi salah satu sekolah yang ada di jambi untuk mengetahui kesulitan-kesulitan dalam membelajarkan kimia di SMA
1.      Untuk kelas 10
Kesulitan yang didapatkan guru adalah materi kimia itu baru bagi siswa
Karena tidak semua SMP membelajarkan kimia secara lengkap, banyak SMP yang hanya membelajarkan materi secara singkat saja sehingga pemahaman siswa itu kurang yang menyebabkan guru merasa kesulitan untuk menyampaikan materi.

Solusi yang dapat diberikan adalah:
dengan melakukan pendekatan personal , pendekatan personal itu dapat dilakukan di jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran.

Kemudian kesulitan yang di dapat oleh guru yaitu Materi kelas X yang dianggap sulit untuk di ajarkan yaitu bentuk molekul dan tata nama senyawa
Alasan mengapa materi bentuk molekul dikatan sulit karena materi bersifat abstrak, siswa disini hanya dapat membayangkan bentuk-bentuk molekul tersebut.

Solusinya yang dapat di berikan yaitu:
guru disini mengguanakan media berupa alat peraga, dimana menggunakan plastin dengan 2 warna yang berbeda, tusuk gigi. Contohnya bentuk molekul dari metana (CH4) , disini atom C dimisalkan dengan plastisin yang  berwarna biru yang dibentuk seperti bola dan terhubung dengan plastisin yang berwarna kuning sebagai atom H yang dihubungkan dengan tusuk gigi tadi. Dari perlakuan ini siswa dapat dengan mudah melihat apakah benar bentuk molekul dari metana itu adalah tetrahedral. Kemudian, materi tata nama senyawa, materi ini bukan dianggap sulit tetapi siswa sering terbalik dalam menggunakan tata nama senyawa untuk alkana, alkena dan alkuna.

2.      Untuk kelas 12
Kesulitan yang di dapat oleh guru adalah mengjarkan materi sel elektrolisis ( sel elektrokimia )
Solusinya guru memberikan trik-trik dalam mengerjakan soal sehingga siswa terbiasa dengan materi yang dipelajari.
Adapun  Persiapan guru sebelum mengajar yaitu:
1.      ( sel elektrolisis ) : siswa ditugaskan mencari materi pelajaran yang akan dipelajari. Pada awal pembelajaran dilakukan apersepsi atau aplikasi. Siswa diberi tugas untuk mengobservasi proses penyepuhan emas ditoko emas.
2.      ( sel volta ) : pada baterai,  siswa ditugaskan untuk membuka baterai sehingga siswa memahami apa-apa saja isi dari baterai ( batang karbon) sehingga baterai tersebut dapat menghantarkan listrik. Sebenarnya yang menjadi kesulitan dalam pembelajaran kimia ini adalah karakteristik dari masing-masing siswa. 


Permesalahan

Sudah kita ketahui bahwa pembejaran kimia ini materi nya adalah bersifat abstrak, sebagai seorang guru cara mengatasinya adalah dengan mengunakan media supaya memudahkan pemahaman siswa terhadap materi kimia tersebut, disini masih banyak guru yang kurang memahami cara mengunkan media tersebut, sebagai calon pendidik bagaimana cara mengatasi permasalah ni

Selasa, 04 April 2017

Inovasi dalam pembelajaran kimia

Inovasi dalam pembelajaran kimia
Kesullitan belajar kimia di SMP dan  SMA
Ada beberapa kesulitan yang terdapat dalam pembelajaran kimia di SMP dan SMA sebagai berikut Area kesulitan:
1.      Konten kurikulum
Bagian awal di buku text book kimia di sekolah-sekolah seperti materi yang level rendah sampai ke tinggi mulai dari teori atom sampai stoikiometri. Kurikulum harus harus di bungkus secara menarik supaya siswa tertarik belajar kimia.

2.      Overload students ( kejenuhan siswa)
3.      Bahasa dan komunikasi
Mengutrakan bahasa yang sederhana dan dapat di terima oleh siswa.


Belajar merupakan suatu proses yang memungkin seseorang untuk mengubah tingkah lakunya cukup cepat, dan perubahan itu bersifat relatif tetap, sehingga perubahan yang serupa tidak perlu terjadi berulangkali setiap menghadapi situasi baru. Mengajar merupakan suatu perbuatan yang komplek, dimana dalam kegiatan mengajar seorang guru di tuntut menggunakan keterampilannya secara integratif  , sesuai dengan pesan yang terkandung dalam kurikulum, yang dalam aplikasinya secara unik  dipengaruhi secara simultan oleh komponen-komponen yang terlibat dan terkait dengan kegiatan pembelajaran , antara lain: tujuan yang ingin dicapai, siswa yang belajar, faktor diri guru.
Mata pelajaran kimia adalah mata pelajaran yang dianggap membosankan dan menakutkan bagi sebagian besar siswa karena dianggap merupakan mata pelajaran yang terdiri dari rumus-rumus kimia dan hitungan. Menakutkan karena terdapat beberapa pokok bahasan yang memerlukan kemampuan matematis yang tinggi, seperti stoikiometri, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, koligatif larutan, buffer, hidrolisis, kelarutan, dan elektrolisis. Membosankan karena sebagian besar terdiri dari pokok bahasan yang memerlukan pemahaman dengan menghafal rumusrumus dan sifat-sifat zat baik sifat fisik maupun sifat kimia, seperti kimia organik, struktur atom, biokimia, dan kimia unsur. Pembelajaran mata pelajaran apapun termasuk mata pelajaran kimia memang bisa membosankan bila diberikan secara monoton dengan hanya menjejali siswa, siswa pasif menerima apa adanya yang diberikan guru. Mata pelajaran kimia cenderung dianggap mata pelajaran yang sulit dan menjadi beban belajar oleh banyak siswa. Hal tersebut terjadi sebagai akibat proses belajar yang terjadi hanya berupa transfer informasi dari guru kepada murid dengan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Kimia sebagai mata pelajaran eksak bidang ilmu alam sebenarnya pelajaran yang dapat dipelajari dengan menyenangkan jika siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi-materi yang dipelajari. Guru dapat melibatkan banyak aktivitas yang menimbulkan keingintahuan siswa tentang materi pelajaran sehingga secara tidak langsung siswa akan mempelajari dengan seksama mata pelajaran tersebut.

Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. orang atau wirausahawan yang slalu berinovasi, maka ia sapat dikatakan sebagai seorang wirausahwan yang inovatif. seseorang yang inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. inovatif juga merupakan sikap penting bagi yang hendaknya dimiliki oleh seorang wirausahawan.
Inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sangat perlu dilakukan terutama dalam upaya mendorong pergeseran pembelajaran dari pembelajaran konvensional kepada pembelajaran mandiri dan terstruktur yang dapat meningkatkan penguasaan siswa di dalam konsep ilmu dan sekaligus membuat kesan pembelajaran semakin lama dapat diingat oleh siswa. Inovasi dalam pendidikan sering dihubungkan dengan pembaharuan yang berasal dari hasil pemikiran kreatif, temuan dan modifikasi yang memuat ide dan metode yang dipergunakan untuk mengatasi suatu permasalahan pendidikan. Inovasi pendidikan juga termasuk suatu rencana atau pola yang dapat dipergunakan untuk membangun bahan instruksional pembelajaran di dalam kelas atau di luar kelas, termasuk diantaranya adalah buku ajar. Dengan demikian, inovasi pembelajaran di dalam buku ajar sangat mendesak diimplementasikan agar penyampaian materi menjadi terfokus dan dapat mendukung pencapaian kompetensi siswa dalam belajar.
Inovasi Pembelajaran Kimia diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA terutama untuk menjadikan pembaca buku lebih mudah memahami dan mengerti konsep materi kimia yang abstrak dan kompleks menjadi bahan yang nyata dan lebih sederhana. Inovasi pembelajaran kimia adalah suatu pendekatan pengajaran meliputi strategi, metode dan prinsip pengajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran kimia di SMA/MA. Inovasi pembelajaran kimia juga mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Melalui inovasi maka pembelajaran yang ada dikembangkan dan ditingkatkan untuk melahirkan pembelajaran baru yang menarik. Beberapa inovasi pembelajaran yang telah berhasil dipergunakan dalam pembelajaran kimia diantaranya adalah

1.      innovasi pembelajaran menggunakan kegiatan laboratorium dan non laboratorium,
2.      innovasi pembelajaran menggunakan media, dan
3.       innovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Menurut Onwu dan Ngamo (2005), penerapan TIK dalam kimia meliputi beberapa hal yaitu :
·          Penggunaan simulasi (animasi multimedia) dan laboratorium virtual
·          Pelaksanaan perkuliahan menggunakan cara online (jarak jauh)
·          Penggunaan software pemodelan kimia
·          Penggunaan sumber dan media lainnya seperti kamera digital, peralatan kimia sensor, e-mikroskop, dan sebagainya.
Sementara Guliska (2005) menyebutkan bahwa penggunaan TIK dalam pembelajaran kimia meliputi :
1.      penggunaan buku teks berbasis multimedia,
2.      penggunaan animasi yang menarik
3.      aspek pengelolaan pelayanan TIK.
Dalam riset yang dilakukan Schmid et al (2009), mereka menentukan format yang paling efektif dalam menentukan modul pembelajaran kimia secara online untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kimia.Studi yang dilakukan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki berbagai pilihan belajar serta lebih tertantang dengan adanya animasi dan versi interaktif menggunakan modul pembelajaran kimia online yang telah dirancang oleh peneliti dibandingkan dengan modul statis yang sebelumnya digunakan. Hanya saja faktor yang menjadi pertimbangan dalam investigasi ini berupa latar belakang pemahaman kimia siswa yang rata-rata sudah baik. Seharusnya dilakukan terhadap berbagai tingkat pemahaman kimia.
Suatu pandangan yang optimis bahwa laboratorium komputer layaknya sebagai kelas tempat belajar, sebagai tempat siswa dan guru bertemu dan saling bertukar pikiran. Interaksi sosial, diskusi, dan aktivitas praktikum merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pendidikan yang secara kuat mendukung penerapan TIK. Komputer tidak lagi berjarak dengan siswa, berada di tempat yang jauh pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung melainkan sebagai hadir sebagai penguat dan melengkapi proses pembelajaran. Ini sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi sisi positif dan sisi negatif dari peralatan TIK secara individu, pengawasan secara mudah dilakukan di dalam kelas belajar, juga  untuk mengevaluasi kriteria dan mempertajam hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan perangkat lunak (sofware) pembelajaran (Rogers, 2004).

Permasalahan:
Pada saat sekarang ini Pembelajaran Kimia diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA terutama untuk menjadikan pembaca buku lebih mudah memahami dan mengerti konsep materi kimia yang abstrak dan kompleks menjadi bahan yang nyata dan lebih sederhana. Menurut teman-teman sebagai calon guru kimia inovasi apa yang kalian gunakan untuk mnegatasi ilmu kimia yang absrtak ini?


TUGAS:
Bentuk Kearifan Lokal Etnokimia di Bumi Pusako Betuah Negeri jambi

Etnokimia (ethnochemistry) adalah studi kimia dari sudut pandang budaya : Bagaimana kimia itu telah membentuk sebuah kebudayaan dan bagaimana kebudayaan turut berkonstribusi pada ilmu pengetahuan dan perubahannya. Informasi mengenai etnokimia ini dapat diperoleh salah satunya dari eksplorasi penggunaan tanaman (flora), baik sebagai pangan ataupun obat-obatan. Studi etnokimia menggabungkan pemahaman turun-temurun di masyarakat (opini) dengan ilmu sains (fakta ilmiah) mengenai efektivitas tanaman-tanaman tersebut yang dianggap berperan sebagai obat maupun bahan aditif pangan berdasarkan senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman serta peran dari senyawa kimia tersebut. Melalui studi lebih lanjut etnokimia ini maka akan dapat memperluas pemahaman sains yang berkaitan dengan kebudayaan.

Salah satu contohnya yaitu di dusun empelu kabupaten bungo mengunakan pengobatan sakit gigi dengan mengunakan air garam panas



Masyarakat bungo, Provinsi Jambi telah menggunakan air garam panas  sebagai obat sakit gigi. sejak dahulu sekali tidak bisa dipastikan tahun berapa masyarakat sekitar menggunakan cara tradisioanal ini dan penggunaan cara tradisional telah turun-temurun dari generasi ke generasi hingga masih dapat digunakan hingga saat ini.
Penyebab sakit gigi
Sakit gigi umumnya terjadi karena akibat dari kerusakan gigi yang disebabkan oleh bakteri di mulut yang membentuk plak yang menempel pada gigi. Bakteri dalam mulut ini memproduksi Asam yang dapat menembus lapisan enamel, yaitu lapisan putih pelindung gigi Anda. Akibat selanjutnya adalah akan menyebabkan gigi berlubang , dimana akan menimbulkan rasa sakit pada gigi jika terkena air dingin atau ketika lubang sudah menembus pulpa(jaringan syaraf) 
Cara penyebuhanya
Nyeri yang berhubungan dengan perikoronitis seringkali bisa hilang setelah membilas mulut dengan air asin hangat, karena akan membantu untuk menghilangkan partikel sisa makanan yang terjebak di antara gigi. Sakit gigi yang disebabkan karena kuman dan bakteri menjadi sakit gigi yang sangat umum. Untuk menyembuhkan sakit gigi maka bisa berkumur dengan air garam. Bagian rongga mulut pada orang yang sedang sakit gigi biasanya bersifat basa dan bau yang kurang sedap. Manfaat berkumur dengan air garam maka semua bakteri yang tinggal di rongga mulut akan mati. Bakteri penyebab sakit gigi juga akan mati sehingga rasa sakit jauh lebih ringan.
Kandungan dalam Mineral Garam
Garam bisa didapatkan dari dua sumber utama yaitu laut dan pertambakan. Garam air laut diproses dari air laut yang menguap dan meninggalkan sisa kristal garam. Garam mengandung lebih dari 75 mineral dan senyawa lain.
Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai mineral dalam garam :
·           Garam memiliki komponen utama yang terdiri dari natrium dan klorida. Natrium dan klorida dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu tubuh dalam menyerap nutrisi, menjaga sistem saraf dan otot. Sodium juga penting untuk menjaga tekanan darah dan fungsi otot.
·           Mineral yang ditemukan dalam garam adalah seperti klorida, sodium, dan kalium.
·           Garam mengandung magnesium yang berperan untuk produksi sintesis DNA tubuh. Kalsium juga penting untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi, menjaga sistem detak jantung dan membantu tubuh mengendalikan fungsi syaraf.
·           Garam mengandung sulfur yang berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengeluarkan semua racun dalam tubuh. Selain itu sulfur juga penting untuk membuat kesehatan jantung tetap terjaga.
·           Garam juga mengandung mineral lain dalam jumlah kecil seperti fosfor, seng, besi, mangan, silikon dan tembaga. Zat besi dan seng diperlukan oleh tubuh untuk menjaga proses metabolisme. sementara fosfor juga penting untuk mendukung proses produksi energi tubuh, menjaga komponen tulang dan gigi serta menjaga struktur sel tubuh.
·           Garam mengandung flour 
Flour berperan untuk pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi.


Jadi dapat di simpulkan penggunaan air garam pada penyembuhan sakit gigi dari zaman dahulu erat kaitan nya dengan ilma  kimia, sayang nya masyarakat tidak mengetahui nya 

Selasa, 28 Maret 2017

KESULITAN BELAJAR KIMIA PADA SISWA SMP DAN SMA

KESULITAN BELAJAR KIMIA PADA SISWA SMP DAN SMA
Pengertian belajar
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks sebagai tindakan belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Dimyati dan Mudjono (2013) mengemukakan siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal, salah satu bentuk kegiatannya adalah melalui pengajaran. Ada berbagai hal yang melatarbelakangi mengapa pengajaran di sekolah tidak dapat tercapai secara optimal, salah satunya yaitu masalah yang berkaitan dengan belajar siswa.

Pengertian ilmu kimia
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi (yang tersusun oleh senyawa-senyawa) serta perubahannya, bagaimana senyawa-senyawa itu bereaksi/ ber¬kombinasi membentuk senyawa lain. Makanan, minuman, udara, pakaian, kendaraan, tubuh kita, benda-benda langit yang jauh dari kita tersusun oleh senyawa kimia.  Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kimia, karena hampir setiap perubahan materi melibatkan proses kimia, proses pencernaan makanan, pembusukan sampah, penuaan kulit, perkaratan besi, pembakaran bensin, kebakaran hutan, pelapukan batuan, pembentukan bintang, pembuatan plastik, pembuatan sabun dan pembuatan obat adalah contoh-contoh proses kimia.
Pada tingkat sekolah menengah, fungsi dan tujuan pem¬belajaran ilmu kimia (menurut   kurikulum 2004) adalah:
Mata pelajaran Kimia di SMA & MA berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
1.      Menyadari keteraturan dan keindahan alam untuk meng¬agungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Memupuk sikap ilmiah yang mencakup:
a.  sikap jujur dan obyektif terhadap data
b.  sikap terbuka, yaitu bersedia menerima pendapat orang lain serta mau mengubah  pandangannya, jika ada bukti bahwa pandangannya tidak benar;
c. ulet dan tidak cepat putus asa;
d. kritis terhadap pernyataan ilmiah, yaitu tidak mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi empiris; dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
3.      Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana siswa melakukan pengujian hipotesis dengan merancang eksperimen melalui pemasangan instrumen, pengambilan, pengolahan dan interpretasi data, serta mengkomunikasikan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis.
4.      Meningkatkan kesadaran tentang aplikasi sains yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.
5.      Memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
6.      Membentuk sikap yang positif terhadap kimia, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi.
Pembelajaran kimia di SMA/MA di samping mengembangkan sikap ilmiah juga ada pesan moral dalam mensikapi alam dan keagungan penciptaNya. Untuk mewujudkan pesan moral perlu pembekalan kepada guru agar dapat membimbing siswa yang  mempelajari kimia semakin menyadari keagungan penciptaNya.
Dalam mempelajari kimia, siswa dihadapkan pada tiga dunia, yaitu dunia nyata (makroskopik), dunia atom (mikroskopik), dan dunia lambang. Dunia nyata adalah sesuatu yang dapat diamati menggunakan pancaindera. Setiap benda tersusun atas jutaan partikel yang sangat kecil yang disebut atom. Itulah yang disebut dunia atom. Dunia atom sangat kecil sehingga kita tidak dapat mengunakan pancaindera untuk mengamatinya. Namun, justru melalui dunia atom inilah dapat dijelaskan misteri di balik fakta-fakta kehidupan. Bagaimana dengan dunia lambang? Oleh karena atom tidak dapat diamati menggunakan pancaindera, para ahli Kimia menjelaskannya dengan menggunakan lambang berupa angka, model, dan huruf. Masalah yang menarik untuk diperhatian tentang ilmu kimia adalah meskipun ilmu kimia banyak memberikan manfaat dalam kehidupan manusia, tetapi banyak fakta menunjukkan bahwa ilmu kimia dipandang ilmu yang sulit, tidak menarik untuk dipelajari.
Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.
Hasil penelitian yang dilakukan selama ini (Sunyono, 2005), ternyata rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia. Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat. 
Permasalahan

rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, biasa atau kebanyakan guru-guru yang telah lalu, dimana guru mengajar dengan cara metode ceramah, dalam k-13 banyak mengunakan model- model pembelajaran kita sebagai calon guru kimia adakah inovasi lain dalam mengajar yang cocok dalam pembelajran reaksi kimia dan hitungan kimia ini?

Minggu, 26 Maret 2017

UJIAN TENGAH SEMESTER





JAWABAN
1.     1. A)






B)  1.   Hidrokarbon dan minyak bumi
   Kumpulan beberapa hidrokarbon akan membentuk struktur minyak bumi
2.         molekul dan air
Di dalam air terdapat beberapa molekul
3.         motor dan manusia
manusia membutuhkan alat tranportasi seperti motor
4.         air dan manusia
air sangat di butuhkan oleh manusia karena air adalah kebutuhan hidup
5.         bensin dan motor
bensin sangat di perlukan oleh motor karena bensin sebagai bahan bakar utama




2.             a. Aspek makroskopik adalah fenomena kimia yang nyata yang dapat langsung dilihat. Dilihat dari contoh adanya perubahan warna
         b. Aspek mikroskopik adalah fenomena kimia yang nyata yang menunjukkan tingkat partikulat sehingga tidak bisa dilihat bias digunakan untuk partikel atau atom, molekul, elektron.
            c. Aspek simbolik adalah fenomena kimia yang nyata dan dipresentasikan kedalam bentuk-bentuk berupa gambar, hitungan dan grafik.

Contoh nya yaitu percoabaan reduksi garam perak
Uji ini dilakukan dengan bereaksi dengan perak nitrat 0,25 M 1ml dengan NH4OH 1N sehingga terbentuk endapan coklat dan terus dilakukan kembali NH4OH berlebih, setelah itu di tambahkan larutan glukosa 0.1 M 2Ml lalu dipanaskan hasil yang terbentuk adanya cermin perak pada tabung reaksi.

Dalam contoh di atas yaitu makroskopinya terdapat di reaksi perak nitrat 0,25 M 1ml dengan NH4OH 1N dan terbentuk endapan
Untuk mikroskopisnya yaitu setelah itu di tambahkan larutan glukosa 0.1 M 2Ml lalu dipanaskan, disini  yang terjadi antara reaksi glukosa di pengaruhi oleh panas
Untuk simboliknya yaitu cermin perak yang terbentuk pada tabung reaksi.


3.             A)   Faktor utama penyebabnya timbulnya hambatan impelementasi k-13
1.      Sumber belajar
Buku yang disediakan pemerintah hanyalah buku mata peajaran wajib seperti matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris sedangkan mata pelajaran penjurusan tidak tersedia
2.      Sarana dan prasarana
Sarana dan prasaran seperti infocus itu kurang di sekolah-sekolah
3.      Perubahan proses pembelajaran dari teacher center ke student center
Pada kurikulum ktsp dimana guru lebih aktip dari siswa, pada k-13 di tuntut siswanya lebih aktip dan peran guru sebagai fasilitator, disini lah kendala terbesarnya dimana siswa sudah terbiasa menerima apa saja yang di berikan oleh gurunya, sekarang siswanya yang mencari sendiri
B)    peta konsep mata rantai hambatan-hambatan dalam implementasi K-13 pada pembelajaran kimia
      

4.                 A)      Manfaat bagi siswa dalam penerapan penilaian autentik
1.      Siswa berperan aktif dalam proses penilaian. Pada fase ini dapat mengurang rasa cemas, takut mendapatkan nilai jelek yang dapat menggganggu harga dirinya, penilaian ini digunakan dengan siswa dari berbagai latar belakang budaya, gaya belajar, dan kemampuan akademik.
2.      Pada penlilaian autentik ini tugas siswa yang digunakan dalam penilaian otentik lebih menarik dan mencerminkan kehidupan sehari-hari siswa, Sikap yang lebih positif terhadap sekolah dan belajar dapat berkembang.
3.      Pada penilaian ini siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil belajarnya, baik itu presentase atau yang lainnya . Dimana, penilaian ini memungkinkan siswa memilih sendiri cara, bentuk, atau tampilan yang menurutnya paling efektif.


B)    penilaian autentik dalam melakukan pratikum
        Di dalam penilaian autentik ada beberapa macam penilaian yang akan di gunakan yaitu,
1)      Penilaian kinerja
2)      Penilaian proyek
3)      Penilaian portopolio
4)      Penilaian tertulis
5)      Penilaian sikap
6)      Penilaian diri
7)      Penilaian produk

Di dalam pembelajaran kimia terutama dalam penilaian pratikum, menurut saya penilaian yang sesuai yaitu penilaian kinerja dan penilaian tertulis, didalam pratikum penilaian kinerja itu sangat penting dimana seorang guru bisa menilai apakah siswa tersebut benar-benar melakukan pratikum atau Cuma main-main saja, dan untuk penilaian tertulis bisa dilakukan dengan cara mengadakan postest supaya guru mengetahui apa yang di dapat siswa selama pratikum