Selasa, 28 Februari 2017

HOT atau Higher-Order Thinking in Chemistry Teaching and Learning

HOT atau Higher-Order Thinking in Chemistry Teaching and Learning

HOT atau Higher-Order Thinking in Chemistry Teaching and Learning (Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pembelajaran Kimia) merupakan pola pikir seseorang yang dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah ia miliki sebelumnya terhadap hal baru yang didapatkan.

HOT meliputi:
·         Menganalisis (analyze)
·         Mengevaluasi (evaluate)
·         menciptakan (create)

Karakteristik dari berfikir tingkat tinggi adalah :
1. Banyak memberi respon
2. Dapat menghubungkan konten relevan dengan konten tidak relevan
3. Understanding.
Menurut Sastrawati, et.al. (2011:6) berpikir tingkat tinggi adalah proses yang melibatkan operasi-operasi mental seperti klasifikasi, induksi, deduksi, dan penalaran.Dalam proses berpikir tingkat tinggi seringkali dihadapkan dengan banyak ketidakpastian dan juga menuntut beragam aplikasi yang terkadang bertentangan dengan kriteria yang telah ditemukan dalam proses evaluasi. Namun yang lebih penting dalam proses berpikir ini terjadi pengkonstruksian dan tuntutan pemahaman dan pemaknaan yang strukturnya ditemukan siswa tidak teratur. Dengan demikian metakognisi, yaitu berpikir bagaimana seseorang berpikir, dan self-regulation dari proses berpikir seseorang merupakan fitur sentral dalam berpikir tingkat tinggi.
Salah satu yang berperan penting dalam keberhasilan kimia siswa adalah kemampuan berpikir. Amalia (2013:5) mengatakan salah satu kemampuan berpikir yang penting dikuasai oleh siswa adalah Kemampuan berpikir tingkat tinggi. Karena kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu tahapan berpikir yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari dan setiap siswa diarahkan untuk memiliki pola berpikir tingkat tinggi tersebut sebab kemampuan berpikir tingkat tinggi membuat seseorang dapat berpikir kritis. Menurut Ropiah, et.al, (2013:18) kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan menghubungkan, memanipulasi dan mentransformasi pengetahuan serta pengelaman yang sudah dimiliki untuk berpikir kritis dan kreatif dalam upaya menentukan keputusan dan memecahkan masalah pada situasi baru.

TUGAS: Peta Konsep


Permasalahan :


Biasanya seorang guru dalam proses pembelajaran memberikan suatu permasalahan yang dapat memancing siswa untuk berpikir dan menyelesaikan masalah tersebut. Solusi yang sering siswa berikan kadang hanya sebatas pemikiran orang pada umumnya dan bahkan tanpa dianalisis terlebih dahulu. Adakah cara ataupun media yang dapat digunakan guru untuk memancing siswa dalam berpikir tinggi untuk mengatasi masalah tersebut?

1 komentar:

  1. untuk meningkatkan tingkat berpikir tinggi siswa. seorang guru memang benar kita harus memberikan permasalahan atau pertanyaan menantang agar siswa tertarik untuk mencari jawabannya. namun terkadang siswa menjawab hanya dengan pengetahuan yg ia miliku dari pengalaman. hal ini dikarenakan siswa yg mungkin malas untuk membaca buku dan media atau sumber bacaan yang kurang.
    cara yang baik adalah guru memberikan permasalahan dan membiarkan siswa mencarinya di rumah dengan berdasarkan literatur dan sumber yang terpercaya. agar siswa tidak menjawabnya asal-asalan

    BalasHapus