Miskonsepsi pada
Pembelajaran Kimia
Kimia adalah salah satu pelajaran yang sulit di tingkat Sekolah Menegah Atas oleh karena itu siswa mempunyai banyak kesulitan dalam memahami konsep kimia (Kavanaugh et al., 1981). Banyak topik kimia yang menyebabkan miskonsepsi karena kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar dalam materi kimia dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. . Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption).
Miskonsepsi terdiri dari dua kata, yaitu Mis dan Konsepsi. Mis berarti salah atau kesalahan. Konsepsi berarti pemikiran atau pemahaman. Jadi Miskonsepsi dalam arti terminologi adalah salah pemahaman. Kata ini digunakan juga dalam bidang disiplin ilmu yang lain, seperti miskomunikasi (salah berbicara), mispersepsi (salah berpendapat) mis informasi (salah dengar) dan lain-lain. Sedang menurut arti etimologinya adalah pandangan dan pengetian yang salah memahami peristiwa atau penjelasan yang terjadi disebabkan oleh bimbingan dan pengajaran yang tidak benar.
Kimia adalah salah satu pelajaran yang sulit di tingkat Sekolah Menegah Atas oleh karena itu siswa mempunyai banyak kesulitan dalam memahami konsep kimia (Kavanaugh et al., 1981). Banyak topik kimia yang menyebabkan miskonsepsi karena kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar dalam materi kimia dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. . Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption).
Miskonsepsi terdiri dari dua kata, yaitu Mis dan Konsepsi. Mis berarti salah atau kesalahan. Konsepsi berarti pemikiran atau pemahaman. Jadi Miskonsepsi dalam arti terminologi adalah salah pemahaman. Kata ini digunakan juga dalam bidang disiplin ilmu yang lain, seperti miskomunikasi (salah berbicara), mispersepsi (salah berpendapat) mis informasi (salah dengar) dan lain-lain. Sedang menurut arti etimologinya adalah pandangan dan pengetian yang salah memahami peristiwa atau penjelasan yang terjadi disebabkan oleh bimbingan dan pengajaran yang tidak benar.
Sifat-Sifat Miskonsepsi
Miskonsepsi
memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a.
Miskonsepsi sulit diperbaiki, berulang, mengganggu konsepsi berikutnya.
b. Sisa
miskonsepsi seringkali akan terus menerus mengganggu, soal-soal yang sederhana
dapat dikerjakan namun pada soal yang sulit sering miskonsepsi muncul kembali.
c.
Miskonsepsi tidak dapat dihilangkan dengan ceramah yang bagus.
Secara garis besar penyebab miskonsepsi menurut (Suparno, 2004. hal : 34) terbagi atas lima kelompok yaitu:
1. Siswa
2. Guru
3. Buku teks
4. Konteks
5. Metode belajar
Jenis-Jenis
Miskonsepsi
|
No
|
Jenis Miskonsepsi
|
Keterangana
|
|
1
|
Kepercayaan
Bek
|
Konsepsi
popular yang berasal dari pengalaman sehari-hari.
Contoh:
kentang dapat megurangi kadar garam dalam larutan
|
|
2
|
Kepercayaan
non-ilmiah
|
Termasuk
di dalamnya adalah pandangan yang keliru yang dipelajari siswa dari sumber
non ilmiah, misalnya mitos dan sebagainya.
Contoh:
gas tidak memiliki massa
|
|
3
|
Salah
paham konseptual
|
Berkembang
saat siswa diberi informasi ilmiah yang tidak memberi tantangan pada paradoks
dari kepercayaan beku dan kepercayaan non ilmiah.
Contoh:
larutan adalah campuran zat dengan air
|
|
4
|
Miskonsepsi
vernacular
(dialek)
|
Muncul
dari penggunaan kata atau istilah yang berbeda pada kehidupan sehari-hari dan
ilmiah.
contoh:
Air berwarna putih atau air berwarna bening.
|
|
5
|
Miskonsepsi
faktual
|
Kesalahan konsep yang terjadi dari sejak kecil dan
tidak berubah atau tertantang hingga dewasa.
Contoh: zat kimia itu berbahaya
|
Permasalahan :
Cara mengajar setiap
guru tak lepas dari metode ceramah. Ada beberapa materi yang tak bisa dipahami
siswa hanya dengan metode tersebut. Contohnya pada materi struktur atom, kebanyakan
siswa susah untuk membayangkan bentuk dari atom tersebut jika hanya menggunakan
metode ceramah dan terjadi miskonsepsi dimateri stuktur atom ini. Menurut teman-teman
bagaimana solusi untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi pada kasus diatas?
untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi diantara siswa karena guru hanya menggunakan metode ceramah. caranya agar tidak terjadi miskonsepsi, guru harus menggunakan alat bantu atau media yang dapat menunjang pembelajaran agar siswa tidak miskonsepsi dengan materi yang diajarkan guru
BalasHapusdan guru juga harus menerapkan pembelajaran yang PAIKEM
menurut saya untuk materi bersifat abstrak tidak bisa hanya dijelaskan dengan metode ceramah. sebaiknya sebagai seorang guru kita harus pandai menggunakan media atau alat bantu agar siswa dapat memhami konsep yang abstrak. contohnya dengan menggunakan video, aplikasi flash yang sudah banyak tersedia. tinggal bagaimana guru memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia tersebut pada proses pembelajaran.
BalasHapus