Selasa, 28 Februari 2017

Miskonsepsi pada Pembelajaran Kimia

Miskonsepsi pada Pembelajaran Kimia

       Kimia adalah salah satu pelajaran yang sulit di tingkat Sekolah Menegah Atas oleh karena itu siswa mempunyai banyak kesulitan dalam memahami konsep kimia (Kavanaugh et al., 1981). Banyak topik kimia yang menyebabkan miskonsepsi karena kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar dalam materi kimia dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. . Pemahaman salah yang terjadi secara konsisten disebut dengan kesalahan konsep (misconseption).
       Miskonsepsi terdiri dari dua kata, yaitu Mis dan Konsepsi. Mis berarti salah atau kesalahan. Konsepsi berarti pemikiran atau pemahaman. Jadi Miskonsepsi dalam arti terminologi adalah salah pemahaman. Kata ini digunakan juga dalam bidang disiplin ilmu yang lain, seperti miskomunikasi (salah berbicara), mispersepsi (salah berpendapat) mis informasi (salah dengar) dan lain-lain. Sedang menurut arti etimologinya  adalah pandangan dan pengetian yang salah memahami peristiwa atau penjelasan yang terjadi disebabkan oleh bimbingan dan pengajaran yang tidak benar.
Sifat-Sifat Miskonsepsi
Miskonsepsi memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a.    Miskonsepsi sulit diperbaiki, berulang, mengganggu konsepsi berikutnya.
b.    Sisa miskonsepsi seringkali akan terus menerus mengganggu, soal-soal yang sederhana dapat dikerjakan namun pada soal yang sulit sering miskonsepsi muncul kembali.
c.    Miskonsepsi tidak dapat dihilangkan dengan ceramah yang bagus.
 

Secara garis besar penyebab miskonsepsi menurut (Suparno, 2004. hal : 34) terbagi atas lima kelompok yaitu:
1.    Siswa
2.    Guru
3.    Buku teks
4.    Konteks
5.    Metode belajar




Jenis-Jenis Miskonsepsi
No
Jenis Miskonsepsi
Keterangana
1
Kepercayaan
Bek
Konsepsi popular yang berasal dari pengalaman sehari-hari.
Contoh: kentang dapat megurangi kadar garam dalam larutan
2
Kepercayaan non-ilmiah
Termasuk di dalamnya adalah pandangan yang keliru yang dipelajari siswa dari sumber non ilmiah, misalnya mitos dan sebagainya.
Contoh: gas tidak memiliki massa
3
Salah paham konseptual
Berkembang saat siswa diberi informasi ilmiah yang tidak memberi tantangan pada paradoks dari kepercayaan beku dan kepercayaan non ilmiah.
Contoh: larutan adalah campuran zat dengan air
4
Miskonsepsi vernacular
(dialek)
Muncul dari penggunaan kata atau istilah yang berbeda pada kehidupan sehari-hari dan ilmiah.
contoh: Air berwarna putih atau air berwarna bening.
5
Miskonsepsi faktual
Kesalahan konsep yang terjadi dari sejak kecil dan tidak berubah atau tertantang hingga dewasa.
Contoh: zat kimia itu berbahaya           

Permasalahan :

Cara mengajar setiap guru tak lepas dari metode ceramah. Ada beberapa materi yang tak bisa dipahami siswa hanya dengan metode tersebut. Contohnya pada materi struktur atom, kebanyakan siswa susah untuk membayangkan bentuk dari atom tersebut jika hanya menggunakan metode ceramah dan terjadi miskonsepsi dimateri stuktur atom ini. Menurut teman-teman bagaimana solusi untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi pada kasus diatas?

2 komentar:

  1. untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi diantara siswa karena guru hanya menggunakan metode ceramah. caranya agar tidak terjadi miskonsepsi, guru harus menggunakan alat bantu atau media yang dapat menunjang pembelajaran agar siswa tidak miskonsepsi dengan materi yang diajarkan guru
    dan guru juga harus menerapkan pembelajaran yang PAIKEM

    BalasHapus
  2. menurut saya untuk materi bersifat abstrak tidak bisa hanya dijelaskan dengan metode ceramah. sebaiknya sebagai seorang guru kita harus pandai menggunakan media atau alat bantu agar siswa dapat memhami konsep yang abstrak. contohnya dengan menggunakan video, aplikasi flash yang sudah banyak tersedia. tinggal bagaimana guru memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia tersebut pada proses pembelajaran.

    BalasHapus