PENILAIAN AUTENTIK
KENDALA-KENDALA
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SALAH SATU SMA DI MUARO
JAMBI
1. Perubahan
proses pembelajaran dari teacher center ke student center
Siswa belum dapat mandiri untuk melakukan proses pembelajran sendiri
karena sudah terbiasa menerima langsung dari guru
2. Sumber
belajar siswa
Buku yang disediakan pemerintah hanyalah buku mata peajaran wajib seperti
matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris sedangkan mata pelajaran
penjurusan tidak tersedia
3. Sarana dan
prasarana
Sudah cukup memadai hanya saja masih kekurangan proyektor infocus
4. Peminatan
dilakukan dari awal masuk sma
Ada beberapa siswa yang kemauannya masuk ke jurusan ipa/ips namun
kemampuannya tidak memadai
5. Ujian
nasional yang menjadikan kimia sebagai ujian pilihan
Sangat sedikit persentase siswa yang meminati ujian nasional pilihan
untuk kimia
6. Materi
pembelajaran yang dirampingkan
Ada beberapa meteri pembelajaran kimia yang tidak ada dalam k-13 seperti
materi tentang senyawa kompleks dan benzene
Penilaian autentik adalah
istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian
alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam
menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan
pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat
ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes, 1991). Dalam
hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance)
siswa yang ditemui di dalam praktik dunia nyata.
Penilaian
autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar,
motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena
penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik
berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik
bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus
mereka lakukan.
Tujuan penilaian autentik:
1.
perencanaan
penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan
berdasarkan prinsip-prinsip penilaian,
2.
pelaksanaan
penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif,
efisien, dan sesuai dengan konteks
sosial budaya; dan
3. pelaporan hasil penilaian peserta didik
secara objektif, akuntabel, dan informatif
Kemudian
Penilaian autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah
1. Ranah sikap
2. Ranah keterampilan
3. Ranah pengetahuan
Intinya
penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek.
Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang
sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki
ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki
bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga
diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada
umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. Penilaian
autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik,
karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana
belajar tentang subjek.
JENIS-JENIS PENILAIAN
AUTENTIK
1.
Penilaian Kinerja
Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi
peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. Guru
dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur
proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya
2.
Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan
penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut
periode/waktutertentu
3.
Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak
yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata.
4.
Penilaian Tertulis
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta
didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis,
mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari.
5.
Penilaian Lisan
Tes lisan yakni tes yang pelaksanaannya dilakukan
denganmengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan
pesertadidik
6.
Penilaian Praktik
Penilaian Praktek dilakukan dengan cara mengamati kegiatan
peserta didik dalam melakukan aktivitas pembelajaran.
Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui
hasil dan prestasi belajar belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang
berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan
nilai prestasi di luar sekolah. Salah satu masalah yang terjadi di sini yaitu
sistem penilaian di luar sekolah ini membuat guru kurang maksimal dalam
melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran siswa. Guru menganggap
penilaian tentang prestasi diluar sekolah autentik ini rumit dan sulit untuk
dilakukan. Menurut kalian calon guru langkah apa yang kalian gunakan dalam
mengatasi permasalhan ini
Penilaian diluar sekolah seperti apa yang anda maksudkan disini andri?
BalasHapusMenurut pemahaman saya, penilaian autentik ini untuk menilai hasil belajar siswa. seperti portofolio misalnya, tugas portofolio ini dikumpulkan sebagai hasil dari pekerjaan rumah siswa. apakah ini yang anda maksud?
contoh nya penilian proyek, proyekan nyakan di lakukan di rumah siswa, bagaimana cara guru menilainya?
Hapusmenurut saya untuk lebih mudah menilai proyek siswa karena guru tidak melihat proses pembuatan proyek tersebut tetapi guru bisa meminta agar siswa merekam atau membuat video pada saat proyek tersebut dilaksanakan sehigga guru dapat menilai proses pembuatan proyek tersebut meskipun guru tidak langsung hadir dalam pembuatan proyek tersebut.
HapusAsesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. Asesmen semacam ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik, yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Contoh asesmen autentik antara lain keterampilan kerja, kemampuan mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu, simulasi dan bermain peran, portofolio, memilih kegiatan yang strategis, serta memamerkan dan menampilkan sesuatu.
BalasHapusjadi disini intinya belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. menurut saya begitu.
tolong berikan contoh pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan
Hapus