Salah satu kemampuan dasar
yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dari beberapa
kemampuan keterampilan mengajar adalah kemampuan keterampilan membuka dan
menutup pelajaran. Membuka pelajaran merupakan awal dilaksanakannya proses pembelajaran,
jika hal ini dilakukan dengan baik dan benar akan membawa dampak yang positif
terhadap keberhasilan proses kegiatan berikutnya. Untuk mengetahui apakah
proses tersebut dilakukan dengan baik dan benar, maka ada salah satu
keterampilan yang harus dilakukan oleh guru, yaitu keterampilan menutup
pelajaran. Oleh karena itu, kedua keterampilan ini merupakan salah satu
keterampilan dari 8 (delapan) kemampuan keterampilan mengajar yang dipadukan
menjadi satu kemampuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
Membuka dan menutup pelajaran merupakan
bagian yang sangat penting didalam proses pembelajaran. Membuka pelajaran
diibaratkan sabagai kepala manusia yang menggambarkan tidak hanya bentuk wajah,
tapi juga suasana hati seseorang. Membuka pelajaran memberi gambaran nyata
tentang pelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan ini membantu guru
mendapatkan informasi langsung tentang yang akan kesiapan siswa mengikuti
pelajaran, sejauh mana siswa sudah mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan
hendak dicapai. Dengan demikian pembelajaran akan dimulai sesuai dengan kondisi
awal siswa dikelas tersebut.
Komponen-komponen
dalam membuka pelajaran
Sebagaimana
diketahui kegiatan membuka pelajaran dapat dilakukan pada setiap awal kegiatan.
Komponen keterampilan yang perlu dikuasai guru dalam membuka pelajaran adalah
sebagai berikut:
a.
Menarik perhatian siswa
1.
Memvariasikan gaya mengajar guru
Menggunakan alat-alat
bantu mengajar yang dapat menarik perhatian siswa
-
Pola interaksi yang bervariasi
(djamarah, syaiful
Bahri.2005) pembelajaran adalah suatu proses komonikasi, komonikasi
pembelajaran yang dikembangkan secara interaktif akan menarik perhatian siswa,
karena suasana pembelajaran tidak menonton, varisai komonikasi pembelajaran,
misalnya kapan saat yang tapat untuk klasikal, individu, kelompok.
-
Tempat belajar, misalnya selaen belajar didalam kelas, juga untuk menarik
perhatian siswa, guru dapat merancang pembelajaran dilakukan diluar kelas,
laboratorium, perpustakaan, atau tempat belajar lainnya yang memungkin
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efesien.
b.
Menumbuhkan motivasi belajar siswa, yang dapat dilakukan dengan:
-
Membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, misalnya menyapa dan
berkomonikasi secara kekeluargaan.
-
Menimbulkan rasa ingin tahu, misalnya mengajak siswa untuk mempelajari suatu
kasus yang sedang hangat dibicarakan.
c.
Memberi acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan, yang
dapat dilakukan dengan cara:
-
Mengemukakan tujuan yang akan dicapai serta tugas-tugas yang harus dilakukan
dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan.
-
Menjelaskan langkah-langkah atau tahapan pembelajaran ,sehingga siswa memahami
apa yang harus dilakukan.
-
Menjelaskan target atau kemampuan yang harus dimiliki setelah pembelajran
berlangsung
d.
Membuat kaitan
Untuk
membuat kaitan dalam membuka pembelajran guru dapat melakukannya dengan
menghubungkan antara materi yang akan disampaikan dengan materi yang telah
dikuasai siswa siswi (pengetahuan siap) disamping itu perlu dikaitan dengan
pengalaman,minat,dan kebutuhan siswa siswi.Cara yang dapat dilakukan guru
menurut Mulyasa (2005:88) antara lain dapat berupa:
-
Mengajukan pertanyaan apersepsi
-
Mengulas sepintas garis besar isi pelajran yang telah lalu
-
Mengaitkan materi yang diajarkan dengan lingkungan siswa siswi
-
Menghubungkan hubungkan bahan pelajran yang sejenis dan berurutan
Komponen-komponen dalam Menutup
Pelajaran
guru
perlu merencanakan suatu penutup yang tidak tergesa-gesa diantaranya :
1. Merangkum
Pelajaran
Sebagai penutup. Hendaknya guru memberikan ringkasan
dari pelajaran yang sudah disampaikan. Ringkasan pelajaran sudah tidak
lagi berupa diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran, tetapi berisi
ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan menekankan
fakta dasar pelajaran tersebut.
2. Menyampaikan
Rencana Pelajaran Berikutnya
Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat
untuk menyampaikan rencana pelajaran berikutnya. Guru dapat memberikan kilasan
pelajaran untuk pertemuan berikutnya. Diharapkan hal ini dapat merangsang
keinginan belajar mereka. Sebelum kelas dibubarkan, ungkapkanlah pelajaran yang
akan disampaikan minggu depan dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat
mengambil bagian dalam pelajaran mendatang.
3. Bangkitkan
minat
Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan
berikutnya dengan penuh semangat. Oleh karena itu, biarkan murid pulang ke
rumah mereka dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang megesankan, yang dapat
membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Sama seperti seorang penulis
yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung, yang membuat pembaca ingin
segera tahu bab berikutnya. Dengan cara yang sama, guru dapat mengakhiri
pelajarannya dengan penutup yang “berklimaks” sehingga seluruh kelas menantikan
pelajaran berikutnya dengan tidak sabar.
4. Memberikan
tugas
Tugas-tugas harus direncanakan dengan seksama, bahkan
sebelum pelajaran dimulai. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam
memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota kelas.
Bentuk-bentuk
evaluasi meliputi :
a. Mendemonstrasikan
keterampilan
Contoh : Setelah
selesai mengarang puisi guru dapat meminta siswa untuk membacakan di depan
kelas.
b. Mengaplikasikan
ide baru pada situasi lain
Contoh : Guru
menjelaskan tentang persamaan kuadrat, kemudian siswa disuruh menyelesaikan
soal persamaan.
c. Mengekpresikan
pendapat siswa sendiri
Contoh : Guru meminta
komentar tentang keefektifan suatu demontrasi yang dilakukan guru atau siswa
lain.
d. Soal-soal
tertulis
· Uraian
· Tes
objektif
· Melengkapi
lembar kerja
Permasalahan
Dalam Kurikulum 2013
menggunakan begitu banyak model-model pembelajran antara lain model coveratif (
jigsaw, PBL dan lain-lain) di mana di setiap model terdapat sintak yaitu membuka,
inti dan penutup. Yang kita bahas sekarang yaitu membuka dan menutup
pembelajaran, permasalahan yang di dapat yaitu apakah tujuan pembelajran akan
trcapai jika seorang guru tidak menggunakan apersepsi dalam membuka
pembelajran? Tolong solusinya teman
Menurut saya tujuan pembelajaran dapat tercapai jika tidak adanya apersepsi. Apersepsi disini hanya sebagai pengenalan materi atau penarik perhatian siswa agar fokus ke materi yg akan diajarkan oleh guru. Tujuan pembelajaran sebenarnya dilihat dari sebatasmana dan seberapa banyak siswa mampu memahami materi dimana guru bisa melihatnya dari proses pembelajaran. Nilai ujian dan tugas-tugas lainnya
BalasHapusterimakasih jawabannya yulia, berarti tidak terlalu penting apersepsi ini, karena tujuan pembelajaran akan tercapai juga. kalo begitu apa bedanya guru yang memakai apersepsi dengan yang tidak karena tujuan bakal tercapai juga, menurut mu bagaimana?
HapusMenurut saya tujuan tetap tercapai karna pada apersepsi hanyalah sebagai untuk menyamakan pendapat siswa mengenai materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari. jadi tujuan pembelajaran tetap tercapai walaupun tidak menggunakan apersepsi. tapi tergantung juga pada guru nya dalam mengajarkan materinya.
BalasHapusmenurut mu apakah sama pencapaian tujuan pembelajaran guru yang memakai apersepsi dengan yang tidak?
BalasHapustentunya berbeda guru yang memberikan apersepsi terhadap siswa pada saat membuka pelajaran maka tujuan yang nantinya akan tercapai secara optimal, sedangkan guru yang tidak menggunakan apersepsi pada fasa pendahuluan siswanya mengeti namun terkadang siswa kurang begitu memahami materi yang dijelaskan sekarang dengan kaitannya materi yang telah diajarkan minggu lalu
BalasHapus