Selasa, 14 Maret 2017

penilaian autentik

PENILAIAN AUTENTIK
KENDALA-KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SALAH SATU SMA DI MUARO JAMBI
1.      Perubahan proses pembelajaran dari teacher center ke student center
Siswa belum dapat mandiri untuk melakukan proses pembelajran sendiri karena sudah terbiasa menerima langsung dari guru
2.      Sumber belajar siswa
Buku yang disediakan pemerintah hanyalah buku mata peajaran wajib seperti matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris sedangkan mata pelajaran penjurusan tidak tersedia
3.      Sarana dan prasarana
Sudah cukup memadai hanya saja masih kekurangan proyektor infocus
4.      Peminatan dilakukan dari awal masuk sma
Ada beberapa siswa yang kemauannya masuk ke jurusan ipa/ips namun kemampuannya tidak memadai
5.      Ujian nasional yang menjadikan kimia sebagai ujian pilihan
Sangat sedikit persentase siswa yang meminati ujian nasional pilihan untuk kimia
6.      Materi pembelajaran yang dirampingkan 
Ada beberapa meteri pembelajaran kimia yang tidak ada dalam k-13 seperti materi tentang senyawa kompleks dan benzene

Penilaian autentik adalah istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes, 1991). Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktik dunia nyata.
Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
 Tujuan penilaian autentik:

1.             perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian,

2.             pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien,  dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan

3.       pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif
Kemudian Penilaian autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah
1.      Ranah sikap
2.      Ranah keterampilan
3.      Ranah pengetahuan
Intinya penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.

 JENIS-JENIS PENILAIAN AUTENTIK
1.      Penilaian Kinerja
Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya
2.       Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktutertentu
3.         Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata.
4.         Penilaian Tertulis
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari.
5.         Penilaian Lisan
Tes lisan yakni tes yang pelaksanaannya dilakukan denganmengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan pesertadidik  
6.         Penilaian Praktik
Penilaian Praktek dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan aktivitas pembelajaran.

Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi di luar sekolah. Salah satu masalah yang terjadi di sini yaitu sistem penilaian di luar sekolah ini membuat guru kurang maksimal dalam melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran siswa. Guru menganggap penilaian tentang prestasi diluar sekolah autentik ini rumit dan sulit untuk dilakukan. Menurut kalian calon guru langkah apa yang kalian gunakan dalam mengatasi permasalhan ini


5 komentar:

  1. Penilaian diluar sekolah seperti apa yang anda maksudkan disini andri?
    Menurut pemahaman saya, penilaian autentik ini untuk menilai hasil belajar siswa. seperti portofolio misalnya, tugas portofolio ini dikumpulkan sebagai hasil dari pekerjaan rumah siswa. apakah ini yang anda maksud?

    BalasHapus
    Balasan
    1. contoh nya penilian proyek, proyekan nyakan di lakukan di rumah siswa, bagaimana cara guru menilainya?

      Hapus
    2. menurut saya untuk lebih mudah menilai proyek siswa karena guru tidak melihat proses pembuatan proyek tersebut tetapi guru bisa meminta agar siswa merekam atau membuat video pada saat proyek tersebut dilaksanakan sehigga guru dapat menilai proses pembuatan proyek tersebut meskipun guru tidak langsung hadir dalam pembuatan proyek tersebut.

      Hapus
  2. Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. Asesmen semacam ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik, yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Contoh asesmen autentik antara lain keterampilan kerja, kemampuan mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu, simulasi dan bermain peran, portofolio, memilih kegiatan yang strategis, serta memamerkan dan menampilkan sesuatu.
    jadi disini intinya belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. menurut saya begitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tolong berikan contoh pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan

      Hapus